Rabu, 09 Mei 2012

We Can't Be Somebody Else : Cerpen Buatan Salva :)

Namaku Arneta Hilton. Biasa dipanggil Neta.
Aku mempunyai serorang teman bernama Alexandra Brietta. Dia adalah anak yang sempurna. Sampai banyak yang ingin menjadi sepertinya, termasuk aku. Ayahnya seorang wiraswasta sekaligus sutradara film. Ibunya mempunyai tempat salon yang internasional. Aku pernah mencoba untuk menjadi dirinya dua kali. Tapi semua itu gagal total. 

Kesatu saat aku mengikuti model pakaiannya yang super girly itu. Dia selalu memakai rok selutut dan highheels. Padahal aku tidak suka memakai rok dan highheels. Tetapi aku mengikuti dia. Saat waktu istirahat, aku sedang membawa segelas the hangat. Tapi, tiba-tiba aku tersandung highheelsku dan segelas teh hangat itu tumpah ke baju Mutia temanku. Akhirnya aku dihukum guru.

Kedua saat aku mengikuti les Ipa bersamanya. Dia selalu mendapatkan nilai terbagus. Jadi aku mengikutinya, bukannnya aku belajar giat, malah menyontek pekerjaannya (Jagan ditiru). Jadinya aku kena hukuman lagi.

Hari ini, aku akan mengikuti ekskul B.Inggris, tapi Alex mengikuti ekskul Ipa, jadi aku terpaksa ikut dengannya, hehehe.. saat di ruang laboratorium, para murid di suruh membuat suatu percobaan. Entah apa aku tidak tahu. Aku mencoba mencampur semua bahan pokok di meja. Dan hasilnya.. percobaanku gagal total. Aku mencium bau tak sedap dari hasil percobaanku. Jadinya aku pingsan. Dan dibawa ke UKS. 

Setelah aku sadar, aku membuka mata dan terlihat Alex di sampingku.
“Eh Neta, kamu sudah sadar? Tadi kamu pingsan di ruang laboratorium,” kata Alex.
“Hehe.. sorry ya,” sebenarnya aku ingin mengatakan sejujurnya bahwa aku ingin menjadi dirinya. Tapi aku tidak bisa. Tapi aku harus mengatakannya.
“Ehhmm Al, sebemarnya aku tidak ingin mengikuti ekskul Ipa, tapi aku ingin menjadi sepertimu, maaf ya..” jelasku singkat dan padat.
“Eh, justru aku ingin sepertimu. Kamu mempunyai keluarga, orangtua lengkap dan saudara kandung,” tiba-tiba Alex bicara begitu.
“Maksudmu orang tuamu..” aku memutus omonganku.
“Orangtuaku cerai dua hari yang lalu, dan aku tinggal bersama ayahku, aku tidak mempunyai saudara yg menemaniku,” sahutnya.
“Maafkan aku, aku ikut prihatin,” setelah sedikit bicara di ruang UKS, Alex kembali ke laboratorium. Aku memikirkan suatu hal di ruang UKS. Ternyata, ‘We can’t be somebody else’ yah, kita harus jadi diri sendiri okay.. Be Yourself :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar